Warga Desa Tumiyang Banjarmasin Tolak Jenazah Positif Corona

LagaNews.com – Baru-baru sebuah cuitan Twitter milik akun @iwanopi ini viral. Cuitan yang berisi video tersebut menunjukkan terjadinya penolakan jenazah positif Corona oleh segelintir warga Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah.

Sejak dini hari, warga pun sudah terlihat mempersiapkan kayu untuk memblokade jalan masuk yang berbatasan dengan Desa Karangtengah. Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya pun menuturkan tindakan tersebut karena warga lainnya resah terkait berita pemakaman jenazah positif COVID-19 tersebut.

Akun twitter milik @iwanopi memperlihatkan upaya warga yang meminta ambulans untuk putar balik. Upaya para warga pun termasuk cukup agresif dan sudah hampir masuk ke kategori anarkis setelah terlihat salah seorang warga melemparkan kayu ke arah mobil ambulans.

Apakah Pemakaman Jenazah Positif Corona Di TPU Itu Berbahaya?

Warga Tolak Jenazah Positif Corona

Menurut juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyatakan pemakaman jenazah di Tempat Pemakaman Umum tersebut tidak berbahaya. Pernyataan tersebut pun berdasarkan karena telah dilakukannya prosedur yang sesuai untuk para jenazah sebelum dimakamkan.

“Enggak bahaya. Orangnya sudah meninggal dan sudah dilakukan mengikuti prosedur yang seharusnya,” ujar Achmad.

Prosedur tersebut pun merupakan membungkus jenazah dengan kain kafan, disemprot disinfektan, kemudian dimasukkan ke dalam peti yang telah dilapisi plastik didalamnya. Setelah itu, peti pun ditutup pakai seal dan paku untuk memperkuat peti agar tidak ada terjadi kebocoran cairan tubuh jenazah.

Ia pun kemudian meminta agar masyarakat tidak perlu takut berlebihan hingga menolak dan mengusir jenazah saat hendak dimakamkan. Tim Gugus Tugas Penanganan Virus Corona yang ada di daerah pun diminta untuk lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Yuri juga tidak lupa menghimbau kepada anggota keluarga jenazah agar tidak turut menghadiri proses pemakaman untuk menghindari kerumunan untuk memperkecil penularan virus. Hal tersebut karena para petugas pemakaman sudah dilengkapi alat pelindung diri agar tidak tertular virus Corona tersebut.

MUI Meminta Pada Warga Untuk Tidak Ada Terjadi Penolakan Jenazah Lagi

MUI

Aksi penolakan jenazah pasien COVID-19 yang sudah terjadi di beberapa daerah pun membuat MUI turut angkat bicara. Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI berharap agar tidak ada lagi aksi penolakan jenazah oleh masyarakat dimanapun.

β€œKita harusnya bisa menerima dan menyelenggarakan pemakaman serta jangan ada lagi penolakan,” ujarnya.

Anwar mengaku paham dengan dengan ketakutan masyarakat, akan tetapi ia merasa tidak perlu takut berlebihan. Menurutnya, penolakan jenazah positif COVID-19 tersebut pun merupakan salah satu bentuk ketakutan berlebihan dan sangat amat disesalkan.

Pendapat yang sama juga dilontarkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Haji Said Aqil Siradj. Ia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan penolakan terhadap jenazah pasien di daerah yang sudah ditentukan.

Melalui akun resmi Instagramnya @saidaqilsiroj53, ia berkata “Saya mengimbu kepada seluruh masyarakat jangan menolak jenazah saudara kita yang meninggal akibat COVID-19 ini, dengan syarat sudah barang tentu pihak RS yang menangani jenazah sudah betul betul keamanan atau safety sesuai dengan aturan medis.”

Tindakan Pemerintah Untuk Mengurangi Penolakan Jenazah

Jenazah Corona Ditolak Warga

Pemerintah sendiri saat ini sudah menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika kembali adanya penolakan jenazah COVID-19 yang dilakukan oleh sekelompok warga. Pemerintah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan sendiri saat ini sudha meminta bantuan aparat TNI-Polri untuk mengawal proses pemakaman jenazah.

Menurut Wali Kota Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penolakan dari masyarakat yang menurutnya saat ini masih belum tahu pasti tentang cara penanganan wabah virus Corona ini.

Bahkan tidak hanya penolakan, keluarga dari pasien COVID-19 juga sering dikucilkan, bahkan beberapa hingga ditolak tinggal di pemukimannya. Untuk menanggapi hal tersebut, M Iqbal sudah membentuk tim gugus tugas yang untuk melakukan langkah sosial secara masif.

“Tugasnya tadi bukan hanya kasus penolakan pasien terinfeksi juga sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Di lokasi yang berbeda, Bupati Banyumas sendiri bahkan harus ikut turut serta menggali kuburan pasien COVID-19 yang sudah sempat dimakamkan namun tak mendapat restu dari warga sekitar. Warga menyatakan bahwa khawatir akan menular jika pemakaman dilakukan di wilayah mereka.

“Saya sebetulnya hanya ingin menunjukkan bahwa jenazah (pasien positif corona) setelah meninggal itu tidak berbahaya,” kata Achmad Husein.

Selanjutnya Husein akan mengupayakan sosialisasi secara terus menerus supaya masyarakat tahu persis bahwa menguburkan jenazah Covid-19 tidak bahaya. Ia menambahkan telah menyiapkan tiga lahan milik pemkab sebagai alternatif tempat pemakaman khusus untuk mengantisipasi penolakan di tempat pemakaman umum (TPU).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*